Kandungan mineral sumber air di Cipanas dipercaya dapat menyembuhkan penyakit reumatik dan penyakit kulit jenis tertentu. Garut terkenal ke seantero Nusantara karena dodolnya. Tapi, Garut bukan hanya dodol. Salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat ini memiliki banyak objek wisata menarik. Penduduk Jakarta biasa berakhir pekan dan menenggelamkan diri dalam keasrian alam di lingkungan tempat-tempat peristirahatan di selatan Bandung itu.
Garut mempunyai potensi wisata yang luar biasa dibandingkan daerah-daerah lain. Salah satunya adalah objek wisata air panas di Tarogong, Cipanas. Jangan salah sangka, Cipanas yang satu ini bukanlah salah satu kecamatan di kawasan Puncak, Cianjur. Garut ternyata juga mempunyai Cipanas, yang berada di kecamatan Tarogong, enam kilometer ke utara dari pusat kota Garut.
Objek wisata ini merupakan sumber air panas yang luasnya sekitar 115 hektare. Jalan menuju Cipanas sangat mudah ditempuh. Dari Jakarta lewat Puncak, Padalarang, kemudian masuk jalan tol hingga Cileunyi. Setelah sampai ke Nagrek baru ambil jurusan Garut. Begitu pula bila menumpang kendaraan umum, naik bus jurusan Garut turun di Tarogong, setelah itu berganti angkutan umum ke jurusan Cipanas.
Begitu menginjakkan kaki di Cipanas, pemandangan yang luar biasa hadir di seluruh penjuru mata angin. Sejauh mata memandang, terdapat berbagai gunung yang mengitari objek wisata yang konon paling tua tersebut. Gunung Guntur, Cikunyai, Puteri, Papandayan, dan Haruman. Serasa tidak ada perbedaan menonjol di siang hari antara Cipanas dengan daerah lain. Udaranya panas dan kering. Gunung-gunung yang dilihat seakan tandus. Tidak ada tanaman apapun yang menghiasinya. Tampak sekali punggung gunung merindukan hujan turun.
Menurut Rahmad Syukur Maskawan, pemilik bungalow di tempat wisata tersebut, memang ada keunikan tersendiri di kalangan masyarakat setempat, khususnya yang berdiam di Cipanas. ''Bahwa tanaman-tamanan itu sengaja dibakar supaya hujan datang,'' ujarnya. Dikatakan Ukun, panggilan akrab pria asli daerah tersebut, pada masa lalu hutan-hutan di kawasan gunung Guntur dan sekitarnya secara tiba-tiba terbakar sendiri. Dalam penelitian ternyata kebakaran itu terjadi karena penguapan gas dalam bumi.
Dan anehnya setelah kebakaran selesai disusul dengan datangnya musim hujan. Sehingga masyarakat yang semula kekeringan dan kesulitan bercocok tanam tumbuhan pertanian, bisa menanami lahannya kembali. ''Tapi tampaknya sekarang sengaja dibakar untuk memohon hujan,'' ujarnya.Tapi lepas dari itu semua, wilayah ini memang mempunyai kekayaan luar biasa, terutama sumber air panas alam yang terletak di Kampung Cipanas. Air panas tersebut mempunyai kandungan mineral dengan suhu sekitar 37 hingga 46 derajat Celcius.
Dengan kandungan mineral tersebut sumber air di Cipanas dipercaya dapat digunakan sebagai sarana pengobatan secara physio/hidroterapi untuk penyakit reumatik dan penyakit kulit jenis tertentu. Tak jarang juga dimanfaatkan sebagai tempat memelihara kebugaran. Suasana siang yang gersang menjadi terasa sejuk ketika sedikit demi sedikit matahari tenggelam. Di sore hari itulah kesegaran alam Cipanas mulai terasa. Matahari dengan sinarnya yang berwarna kuning pudar memperindah cakrawala kala kita memandang alam sekeliling.
Panoramanya sangat indah karena letak Cipanas berada persis di kaki Gunung Guntur. Inilah yang menjadikan warga memanfaatkan alam setempat untuk mendirikan hotel, cottage, dan penginapan lainnya. Tempat-tempat peristirahatan itu dikemas bervariasi dalam bentuk mewah hingga yang sederhana. Warga sangat mengetahui mereka yang datang ke Cipanas memang segaja untuk berendam menikmati air panas alam. Tak jarang di beberapa penginapan disediakan kolam renang air hangat dan tempat berendam yang berada di dalam kamar-kamar.
Walaupun sekarang ini sudah banyak hotel yang menyediakan air panas, pengunjung tidak usah khawatir tidak kebagian air hangat. Debit air hangat yang besar 23 liter per detik memungkinkan sumber tersebut banyak dimanfaatkan oleh para pengelola hotel. Lalu apa saja yang bisa dilakukan setelah sampai di Cipanas? Salah satunya adalah memilih tempat hotel yang bagus. Di Cipanas banyak berdiri hotel-hotel yang menawan, di antaranya Sabda alam, Agusta, Tirtagangga, dan beberapa losmen milik warga.
Di antara puluhan hotel dan losmen yang berada di Jl Raya Cipanas, yang paling unik adalah milik Rahmat Syukur Maskawan. Dia mempunyai penginapan dengan nama 'Kampung Sumber Alam'. Keunikannya terletak pada kamar-kamarnya yang berbentuk bungalow. Konon, usaha hotel yang dilakukan warga ini sudah berlangsung sejak zaman kolonial. Berdasarkan catatan para ahli sejarah Indonesia di Leiden, Belanda, pada tahun 1934-1940-an, telah berdiri beberapa hotel berbintang.
Hotel tersebut di antaranya Hotel Belvedere, van Hengel, Villa Dolce, Malayu, Ngamplang. Berdasarkan catatan, banyak tokoh-tokoh dunia yang sudah merasakan kehangatan air Cipanas. Di antaranya Ratu Beatrice, Ratu Wihelmina, Paku Buwono, dan bintang komedi Charlie Caplin,Sayangnya dalam suatu pertempuran hotel-hotel tersebut hangus terbakar. Para penerusnya tidak berniat membangunnya lagi karena trauma. Baru sekitar tahun 1970-an hotel-hotel itu dibangun kembali dengan nama yang berbeda.
Kesegaran akan terasa ketika mandi air hangat di kolam yang disediakan hotel. Badan yang sebelumnya lelah berubah menjadi segar. Otot-otot yang sebelumnya tegang menjadi lebih lemas. Anda akan terus berlama-lama berendam baik pagi hingga malam hari. Selain di Cipanas, Garut, terkenal pula dengan objek wisata Ngamplang yang terletak di kecamatan Cilawu. Berjarak sekitar lima kilometer dari kota Garut, Ngamplang dapat ditempuh dengan menumpang semua jenis kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari kota.
Di tempat ini terdapat banyak fasilitas olahraga yang sangat nyaman digunakan setelah mandi air hangat. Di antaranya olahraga berkuda, tenis, renang, golf, hingga berbagai fasilitas perhotelan lain yang menarik dan mewah.Di Garut kita juga bisa menapak tilas benda-benda peninggalan purbakala. Apabila di Yogyakarta ada upacara ritual Sekatenan, Garut pun memiliki upacara sejenis yang dilakukan setiap bulan Maulud yang namanya "seba".
Seba adalah upacara pajang jimat yang biasa dilakukan di Godog. Benda-benda purbakala seperti pedang, keris, dan tulisan-tulisan yang terdapat pada daun lontar banyak dijumpai di Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong. Lokasi ini berjarak sekitar 15 km dari kota Garut. Perjalanan menuju tempat lokasi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sampai di Desa Ciburuy. Sementara itu untuk sampai ke lokasi wisata tersebut hanya dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki.
Wilayah Garut ternyata juga memiliki objek wisata sejarah. Banyak situs purbakala yang bisa dikunjungi apabila masih ada sisa waktu. Makam Dalem Arief Muhammad yang letaknya berdekatan dengan Candi Cangkuang adalah salah satu yang perlu ditengok. Arief Muhammad adalah seorang tokoh penyebar agama Islam yang hidup di Cangkuang dan sekitarnya. Konon dia adalah menantu Sultan Sumenep dari Madura yang mendapat surat tugas Sultan Agung Mataram untuk menghancurkan kubu pertahanan VOC di Batavia.
''Letak makam Arif Muhammad yang berdekatan dengan Candi Cangkuang milik Hindu melambangkan adanya kerukunan antar agama di bumi Pasundan,'' tutur Ukun. Kemudian di sebelah timur kota Garut, tepatnya sekitar 10 kilometer, terdapat desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan. Di tempat ini juga terdapat makam Syekh Sunan Rohmat Suci. Dia adalah putra Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi. Dilihat dari segi pembuatannya ada yang menarik untuk dipelajari terhadap makam-makam tersebut. Salah satunya aspek arkeologinya. Bentuk makamnya menyerupai kebudayaan masa megalitikum, hampir seluruh makamnya dibuat dalam bentuk punden berundak.
Candi Cangkuang
Serasa tidak lengkap apabila sudah berada di Garut tanpa mengunjungi Candi Cangkuang. Letaknya sekitar 17 kilometer dari pusat kota Garut ke utara. Apabila naik angkutan umum dari arah Bandung bisa ditempuh dengan rute Bandung-Leles-Situ Cangkuang. Yang menarik, candi itu terletak di tengah-tengah danau yang luasnya hampir 24 hektare. Sehingga apabila datang ke sana harus terlebih dahulu menempuh perjalanan dengan berperahu sekitar seperempat jam. Candi itu terletak di kampung yang namanya Kampung Pulo.
Di Kampung Pulo di tengah danau itu apabila diperhatikan ada keunikan tersendiri. Bahwa sejak dahulu hingga sekarang hanya terdapat enam unit bangunan rumah adat ditambah dengan satu buah langgar atau mushala. Ukun mengaku tidak tahu persis apa sebabnya. Yang jelas apabila diperhatikan lebih saksama juga terdapat kekhasan tersendiri, di antaranya menyangkut bentuk dan ukuran dari bangunan tersebut yang serba sama.
''Anehnya lagi mereka pun tetap mempertahankan jumlah kepala keluarganya yang hanya enam. Sehingga apabila ada anaknya yang nikah, tidak boleh tetap berdiam di rumah,'' tegasnya. Bukan hanya keunikan masyarakatnya saja. Di Kampung Pulo juga banyak ditemui pemandangan yang elok. Sehingga apabila orang sudah melangkahkan kakinya di sana, serasa tidak mau pulang. Bunga teratai tumbuh di mana-mana. Ingin bukti, coba silahkan datang sendiri.
Belanja Jeruk dan Jaket Kulit
Puas menikmati keindahan alam dan kesegaran air di Cipanas, kebutuhan belanja merupakan kegiatan berikut yang perlu dipuaskan pula. Kebetulan Garut juga merupakan sentra produksi jeruk terbesar di Jawa Barat. Yang terkenal adalah jeruk keprok garut. Rasanya manis dan tidak kalah dengan jeruk impor seperti jeruk mandarin atau New Zealand.
Buah jeruk mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional menjelang perjalanan pulang. Bila hendak membeli pandai-pandailah dalam menawar. Soalnya, pedagang sangat paham dalam membedakan calon pembelinya apakah penduduk setempat atau wisatawan. Harga rata-rata jeruk dijual Rp 5000 per kilogram.
Ada lagi yang menarik dari Garut, yakni komoditas jaket kulitnya. Sangat sayang apabila tidak mengunjungi sentra kerajinan kulit dan topi di Jl Ahmad Yani, Garut. Di situ dijual aneka kerajinan dari kulit yang harganya jauh lebih miring bila dibandingkan daerah lain. Jaket kulit yang biasa dijual ke toko-toko atau supermarket seharga Rp 700 ribu, di sini bisa didapatkan dengan separuh harga, Rp 350 ribu. Tentu saja, keterampilan dan kesabaran dalam tawar-menawar tetap dibutuhkan.
Saat ini di Garur terdapat sekitar 67 unit usaha di bidang kerajinan kulit dengan 25 unit di antaranya bergerak dalam kerajinan jaket kulit. Jaket-jaket itu lebih banyak untuk memenuhi permintaan dalam negeri dengan dipasarkan ke daerah-daerah lain di Jawa dan Sumatra. Menyelusuri sudut-sudut kota di Garut memang sangatlah menyenangkan. Kontur tanahnya berlekak-lekuk dengan alam perbukitan yang indah, lembah yang memancarkan keanggunan, dan kesuburan tanahnya yang memakmurkan penduduknya.
Memang objek wisata di Garut tidaklah sepopuler daerah lain seperti Pantai Carita, Tangkuban Perahu atau objek alam lainnya. Sebab, dari ratusan potensi wisata, hanya beberapa saja yang sudah dikemas secara menarik yang salah satunya di Cipanas tersebut. Dinas Pariwisata membagi obyek wisata Garut menjadi tiga bagian, objek wisata alam, wisata olahraga, dan sejarah. Wisata alam antara lain, Gunung Papandayan, Situ Bagendit, Situ Cangkuang, Pantai Sayang Heulang, Talaga Bodas, Kamojang, Hutan Sampang, dan Rancabuaya.
Di antara yang paling banyak dikunjungi adalah kawah Telaga Bodas. Letaknya di desa Wana Raja, 27 kilometer dari kota Garut. Kawahnya yang indah berwarna-warni menjadikan daya tarik tersendiri bagi turis domestik atau asing ketika bermalam di Cipanas. Wisata olahraga meliputi Cipanas, adanya kolam renang dengan sumber air panasnya; Ngamplang dengan pemandangan alam yang bagus dan terdapat lapangan golf serta Sampireun yang sangat menawan dan di sini tersedia medan untuk arung jeram. Sedangkan wisata sejarah menunjukan bahwa di bumi Garut dulunya terdapat sebuah peradaban yang sempat mengalami kejayaan. Banyak tempat-tempat bersejarah peninggalan tempo dulu. Wisata sejarah yang ada di Garut antara lain situs makam-makam kuno tersebut.
(Lukmanul Hakim )